Eksplorsultra.com, Kendari – Keberadaan CV ACA, pemenang tender jasa kebersihan dan sekuriti di RSUD Bahteramas Kendari, sampai hari ini masih menuai polemik. Saat ikut seleksi tender akhir tahun 2025, perusahaan memiliki sejumlah kekurangan namun sengaja diloloskan oleh panitia lelang e-katalog RSUD Bahteramas.
Mulai dari proses pendaftaran, seleksi berkas hingga kesiapan armada perusahaan, dinilai bermasalah. Bahkan, CV ACA mencaplok beberapa foto milik perusahaan lain dari luar dan dalam negeri lalu memasang sebagai foto produknya di website inaproc.id.
Bermodal foto ini, CV ACA ikut lelang penyedia jasa kebersihan di situs online lelang milik pemerintah, katalog.Inaproc.id. Perusahaan ini, berhasil mengelabui panitia seleksi dengan menampilkan foto milik perusahaan lain.
Diduga percaya dengan kondisi CV ACA yang ditampilkan di website, salah seorang panitia seleksi e-katalog RSUD Bahteramas Dedi Hardianto mengakui, dia tidak pernah mengecek langsung kondisi CV ACA di lapangan saat seleksi. Hal ini ia sampaikan, saat ditemui wartawan di RSUD Bahteramas.
Bukan itu saja, perusahaan ternyata diduga sempat kesulitan membayar gaji karyawan setelah dinyatakan menang tender oleh tim seleksi e-katalog RSUD Bahteramas.
Hal ini berdasarkan rekaman suara viral yang beredar di sejumlah grup, berisi suara Direktur CV ACA yang mengancam karyawan soal pembayaran gaji.
Posisinya sebagai pemenang tender, juga sempat dipantau inspektorat Sulawesi Tenggara. Saat itu pihak inspektorat mengeluarkan hasil telaah mengenai kekurangan adminstrasi perusahaan saat ikut proses tender.
Juga, PLT Direktur RSUD Bahteramas sebelumnya, sempat meminta perusahaan untuk membawa 7 syarat yang mesti dilengkapi CV ACA. Sebab, perusahaan ini sebelumnya tidak melengkapi surat surat dimaksud saat ikut seleksi berkas.
Melihat kondisi kejanggalan ini, Organisasi Gerbang Kota Kendari kembali mempertanyakan ke pihak RSUD Bahteramas Kendari, Jumat (27/2/2026). Pihak RSUD sebelumnya, mengundang CV ACA hadir di lokasi bersama inspektorat Sulawesi Tenggara. Namun, keduanya mangkir dari audiensi.
“Kami datang mempertanyakan terkait sikap rumah sakit mengenai hasil telaah inspektorat. Yakni, mengenai mekanisme yang salah dari lelang yang dilakukan untuk menetapkan pemenang tender,” kata Ketua Organisasi Gerbang Kota Risman Ariawan.
Risman Ariawan mengatakan, pihaknya meminta RS agar mengundang pihak pihak terkait seperti CV ACA dan inspektorat. Namun, keduanya diduga menghindar untuk ditagih mengenai perkembangan kondisi tender jasa kebersihan RSUD.
“Kata Pa Dirut RSUD Bahteramas, menunggu hasil rekomendasi inspektorat. Kalau ada kesalahan, maka akan dibatalkan hasil lelang ini,” ujar Risman Ariawan.
Direktur RSUD Bahteramas Kendari, Dr Sukirman saat dikonfirmasi wartawan sehari setelahnya mengatakan, pihaknya baru akan membatalkan pencairan uang ke perusahaan jika ada permintaan dari APH atau inspektorat.
“Kalau ada permintaan untuk membatalkan, tentu kami pertimbangkan untuk membatalkan,” kata Sukirman membalas via pesan singkat.
*DPRD Sultra Disebut Letoy, Minta Lelang Dibatalkan*
Risman Ariawan mengungkapkan, pihaknya sudah berkali-kali meminta pihak DPRD Sulawesi Tenggara untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP). Sejak Januari 2026, terhitung sudah empat kali pihaknya mengajukan permintaan namun ada saja alasan pihak DPRD menghindar.
“Ini ada apa DPRD ini, kaya melemah, letoy sama masalah begini, perusahaan pemenang tender jasa kebersihan ini nampaknya terlalu kuat sampai DPRD saja tidak berani gelar RDP,” ujar Risman.
Risman Ariawan menyatakan, hasil audiensi dengan pihak RSUD belum melahirkan kesepakatan. Salah satu alasannya, ada beberapa pihak yang tidak hadir.
Pemenang tender CV ACA dan PT SPM, bersama spektorat pun tidak hadir. Padahal, kehadiran mereka menjadi kunci persoalan bisa diselesaikan.
Mereka menegaskan, agar Dirut RSUD tidak meneken pembayaran ke pihak perusahaan jika permasalahan ini belum selesai. Sebab, masalah ini juga masih dalam penyidikan pihak kejaksaan.
“Kami akan menyurat lagi ke pihak RSUD Bahteramas untuk menjadwalkan ulang terkait audiensi kedua,” ujar Risman.
*Aneh CV ACA, Tetap Menang Tender*
CV Anugerah Cinta Aman (ACA) tetap dipilih memenangkan tender. Padahal, ada sejumlah kejanggalan. Mulai dari dugaan minim modal hingga rekaman suara direktur marah-marah mengancam tak membayar gaji karyawan akibat anggaran untuk gaji karyawan belum dicairkan pihak RSUD Bahteramas, hingga pemalsuan foto produk di website Inaproc.id saat ikut lelang.
Perusahaan ini juga diduga tidak memiliki karyawan seperti tercantum di e-katalog CV ACA yang di posting di website Inaproc.id saat ikut lelang. Alasannya, sampai hari ini karyawan yang bekerja dibawah CV ACA di RSUD Bahteramas Sulawesi Tenggara masih merupakan karyawan lama.
Mereka sebelumnya, bekerja di perusahaan yang menangani tender jasa petugas kebersihan tahun 2025.
Lalu, rekaman suara viral beredar diduga direktur yang mengancam tak membayarkan gaji karyawan. Rekaman tersebut juga mengajak karyawan mogok bila anggaran tak dibayar pihak RSUD ke perusahaan.
Salah seorang bendahara rumah sakit yang berusaha dihubungi wartawan, tak menjawab pertanyaan. Dia malah memblokir pesan wartawan saat ditanya mengenai polemik keterlambatan gaji karyawan petugas kebersihan rumah sakit yang bekerja dibawah di CV ACA.*








