Eksplorsultra.com, Kendari – Aksi demonstrasi yang digelar oleh Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kota Kendari ricuh dengan petugas Satpol PP di depan kantor Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (5/2/2026) siang.
Pantauan di lokasi, massa terlibat saling dorong dan kejar-kejaran dengan petugas Satpol PP. Beberapa orang bahkan lari ke tengah jalan menantang petugas, memicu ketegangan. Kericuhan dipicu larangan membakar ban di depan gerbang kantor gubernur, yang memicu adu argumen antara massa demo dan petugas.
Situasi mulai mereda setelah sejumlah petugas Satpol PP ditarik mundur untuk mencegah ketegangan berlanjut.
Aksi demo tersebut memprotes hasil tender pengadaan jasa cleaning service dan security di Rumah Sakit Bahteramas yang dimenangkan oleh CV Anugrah Cinta Alam (ACA). Massa menilai proses tender tidak transparan dan mengindikasikan adanya kolusi.
“Kami menduga kuat dalam proses tender ini sudah terkoordinasi agar CV ACA memenangkan tender. Bukti sudah ada dan akan ditindaklanjuti ke Kejati Sultra,” ujar salah seorang pengunjuk rasa.
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Sultra, La Ode Fasikin, menegaskan proses lelang telah sesuai regulasi dan transparan. “Tender dilakukan melalui Inaproc E-Katalog, tersistem, dan jika ada yang tidak memenuhi syarat, sistem akan menolaknya,” jelas Fasikin saat menemui massa.*








